Jumat, 04 November 2011

Pencemaran Lingkungan: Hujan Asam

A.     Pendahuluan
Seiring semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), semakin tinggi pula  kegiatan ekonomi manusia, dengan semakin pesatnya perkembangan proses industrialisasi dan sistem transportasi. Konsekuensinya, akan semakin meningkat pula zat-zat polutan yang dikeluarkan dari kegiatan-kegiatan manusia tersebut. Diantara zat polutan itu ada yang turun ke permukaan bumi berama air hujan. Peristiwa turunnya hujan itu sering disebut “hujan asam”.

Hujan asam telah menimbulkan masalah besar bagi dunia. Dampak negatifnya selain berkaratnya logam dan rusaknya bangunan, juga merusak keseimbangan ekosistem di alam. Hujan asam telah menyebabkan punahnya beberapa spesies tertentu. Hujan asam juga menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan terutama mengasakan (acidification) danau dan sungai. Ribuan danau airnya telah bersifat asam sehingga tidak ada lagi kehidupan akuatik, dikenal dengan “danau mati”.
Pada makalah ini, akan dibahas pengertian dan sumber dari hujan asam itu sendiri. Selain itu, akan dijelaskan pula dampak dari hujan asam beserta cara pencegahannya. Sehinnga pada akhirnya kita terhindar dari dampak buruknya, serta berupaya mencegah dampak buruk itu agar tidak mengganggu keseimbangan ekosistem di bumi ini.

B.      Apa Itu “Hujan Asam” ?

Hujan asam diartikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah 5,6. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Hujan asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida.
Hujan asam ini pada dasarnya merupakan bagian dari peristiwa terjadinya deposisi asam. Deposisi asam terdiri dari dua jenis, yaitu deposisi kering dan deposisi basah. Deposisi kering adalah peristiwa terkenanya benda dan molekul hidup oleh asam yang ada dalam udara.
Sedangkan deposisi basah ialah turunnya dalam bentuk hujan. Hal ini terjadi apabila asam di dalam udara larut ke dalam butir-butir air di awan. Jika kemudian turun hujan dari awan itu, air hujannya akan bersifat asam (rain-out). Deposisi basah dapat pula terjadi karena hujan turun melalui udara yang mengandung asam, sehingga asam itu larut ke bumi (wash-out).

C.      Sejarah

Hujan asam dilaporkan pertama kali di Manchester, Inggris, yang menjadi kota penting dalam Revolusi Industri. Pada tahun 1852, Robert Angus Smith menemukan hubungan antara hujan asam dengan polusi udara. Istilah hujan asam tersebut mulai digunakannya pada tahun 1872. Ia mengamati bahwa hujan asam dapat mengarah pada kehancuran alam.
Walaupun hujan asam ditemukan di tahun 1852, baru pada tahun 1970-an para ilmuwan mulai mengadakan banyak melakukan penelitian mengenai fenomena ini. Kesadaran masyarakat akan hujan asam di Amerika Serikat meningkat di tahun 1990-an setelah di New York Times memuat laporan dari Hubbard Brook Experimental Forest di New Hampshire tentang of the banyaknya kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh hujan asam.

D.     Sumber

Secara alami hujan asam dapat terjadi akibat semburan dari gunung berapi dan dari proses biologis di tanah, rawa, dan laut. Akan tetapi, mayoritas hujan asam disebabkan oleh aktivitas manusia seperti industri, pembangkit tenaga listrik, kendaraan bermotor dan pabrik pengolahan pertanian (terutama amonia). Gas-gas yang dihasilkan oleh proses ini dapat terbawa angin hingga ratusan kilometer di atmosfer sebelum berubah menjadi asam dan terdeposit ke tanah.

E.      Proses Pembentukan

Secara sederhana, reaksi pembentukan hujan asam sebagai berikut:
Sejak dimulainya Revolusi Industri, jumlah emisi sulfur dioksida dan nitrogen oksida ke atmosfer turut meningkat. Industri yang menggunakan bahan bakar fosil, terutama batu bara, merupakan sumber utama meningkatnya oksida belerang ini. Sumber-sumber ini, ditambah oleh transportasi, merupakan penyumbang-penyumbang utama hujan asam.
Masalah hujan asam tidak hanya meningkat sejalan dengan pertumbuhan populasi dan industri tetapi telah berkembang menjadi lebih luas. Penggunaan cerobong asap yang tinggi untuk mengurangi polusi lokal berkontribusi dalam penyebaran hujan asam, karena emisi gas yang dikeluarkannya akan masuk ke sirkulasi udara regional yang memiliki jangkauan lebih luas. Sering sekali, hujan asam terjadi di daerah yang jauh dari lokasi sumbernya, di mana daerah pegunungan cenderung memperoleh lebih banyak karena tingginya curah hujan di sini.

F.       Dampak Hujan Asam

Dampak Hujan asam Terhadap Danau
·         Akan mengakibatkan sedikitnya species yang bertahan. Jenis Plankton dan invertebrate merupakan mahkluk yang paling pertama mati akibat pengaruh pengasaman.
·         Jika danau memiliki pH dibawah 5, lebih dari 75 % dari spesies ikan akan hilang (Anonim, 2002).
Dampak Hujan Asam Terhadap Tanah
·         Deposisi asam akan menghilangkan nutrisi di tanah
·         Deposisi asam juga membebaskan senyawa-senyawa beracun di tanah seperti mercury dan alumunium. Senyawa itu dapat mengkontaminasi air sungai dan air tanah.
Dampak Hujan Asam Terhadap Tumbuhan
·         Hujan asam akan melarutkan nutrisi di tanah,serta membebasan mercury dan alumunium dari tanah. Apabila nutrisi ini dimakan oleh tumbuhan akan menghambat pertumbuhan dan mempercepat daun berguguran, lebih mudah terserang penyakit, kekeringan dan mati.
·         Pencemaran udara telah menghambat fotosintesis dan immobilisasi hasil fotosintesis dengan pembentukan metabolit sekunder yang potensial beracun.
·         Akar yang halus akan mengalami nekrosis sehingga penyerapan hara dan air terhambat. Hal ini menyebabkan pohon kekurangan air dan hara serta akhirnya mati.
·         Kadar SO2 yang tinggi di hutan menyebabkan noda putih atau coklat pada permukaan daun, jika hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan kematian tumbuhan tersebut.
·         Menurut Soemarmoto (1992), dari analisis daun yang terkena deposisi asam menunjukkan kadar magnesium yang rendah. Sedangkan magnesium merupakan salah satu nutrisi assensial bagi tanaman. Kekurangan magnesium disebabkan oleh pencucian magnesium dari tanah karena pH yang rendah dan kerusakan daun meyebabkan pencucian magnesium di daun.
·         Lapisan lilin pada daun rusak sehingga nutrisi menghilang sehingga tanaman tidak tahan terhadap keadaan dingin, jamur dan serangga.
Dampak Hujan Asam Terhadap Hewan
·         Spesies hewan tanah yang mikroskopis akan langsung mati saat pH tanah meningkat karena sifat hewan mikroskopis adalah sangat rentan terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim.
·         Spesies hewan yang lain juga terancam karena jumlah produsen (tumbuhan) semakin sedikit.
·         Berbagai penyakit akan terjadi pada hewan karena kulitnya terkena air dengan keasaman tinggi. Hal ini jelas akan menyebabkan kepunahan spesies.
Dampak Hujan Asam Terhadap Manusia
·         Sulphur dioxide dapat bereaksi secara kimia didalam udara membentuk partikel halus suphate, yang mana akan terikat dalam paru-paru dan menyebabkan penyakit pernapasan.
·         Dapat mempertinggi resiko terkena kanker kulit jika senyawa sulfat dan nitrat mengalami kontak langsung dengan kulit.
Korosi dan Pelapukan Bangunan
·         Dapat mempercepat proses pengkaratan dari beberapa material seperti batu kapur, pasirbesi, marmer, batu pada diding beton serta logam.
·         Ancaman serius juga dapat terjadi pada bagunan tua serta monumen termasuk candi dan patung, sebab hujan asam terbukti dapat merusak batuan.

G.     Upaya Pencegahan

Banyak pembangkit tenaga listrik tenaga batu bara menggunakan Flue gas desulfurization (FGD) untuk menghilangkan gas yang mengandung belerang dari cerobong mereka. Contoh FGD adalah wet scrubber berupa tower yang dilengkapi dengan kipas yang mengambil gas asap dari cerobong ke tower tersebut.
Untuk emisi yang berasal dari transportasi bisa menggunakan metode pengubah katalik (catalytic converter). Namun, alat ini hanya dapat dipergunakan pada kendaraan dengan bahan bakar minyak (BBM) bensin dan tidak pada mesin diesel.
Upaya lainnya ialah mengurangi pemakaian kendaraan bermotor dan mengganti bahan bakar minyak dengan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, seperti gas, tenaga matahari, tenaga angin, dan sebagainya. Penghematan energi juga sebaiknya dilakukan untuk mencegah terjadinya hujan asam ini. Dengan cara seperti itu, kita ikut menyelamatkan bumi dan kehidupan kita sendiri.

H.     Penutup

Demikian deskripsi singkat tentang hujan asam yang makin lama makin sering terjadi. Dampaknya pun telah dapat dirasakan, mulai dari lapuknya bangunana-bangunan hingga punahnya beberapa spesies di ekosistemdan Semoga dari penjelasan saya ini dapat menambah wawasan kita seputar hujan asam beserta bahayanya. Sehingga dengan pengetahuan yang telah didapatkan tersebut dapat menghindari diri kita dari bahaya hujan asam serta berupaya untuk mencegahnya terjadi di bumi yang kita cintai ini.

I.        Sumber Internet